tujuan manajemen keperawatan

tujuan manajemen keperawatan

tujuan manajemen keperawatan

tujuan manajemen keperawatan

Minggu, 18 Maret 2012

Kepemimpinan dalam Keperawatan

A. Kriteria Pemimpin  dalam Keperawatan yang Efektif

Kepemimpinan yang efektif di RS akan terwujud apabila pemimpin menelaah dengan sistem yang efektif. Seorang pemimpin    yang   efektif   adalah    seorang    pemimpin   yang dapat mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang  memuaskan bagi terjadinya perubahan yang bermanfaat. Ada beberapa kepemimpinan yang efektif antara lain menurut :
1.      Ruth M. Trapper (1989 ), membagi menjadi 6 komponen :
a.       Menentukan tujuan yang jelas, cocok, dan bermakna bagi kelompok. Memilih  pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan dan dalam bidang profesinya.
b.      Memiliki kesadaran diri dan menggunakannya untuk memahami kebutuhan sendiri serta kebutuhan orang lain.
c.       Berkomunikasi dengan jelas dan efektif.
d.      Mengerahkan energi yang cukup untuk kegiatan kepemimpinan
e.       Mengambil tindakan
2.      Hellander ( 1974 )
Dikatakan efektif bila pengikutnya melihat pemimpin sebagai seorang yang bersama-sama mengidentifikasi tujuan dan menentukan alternatif kegiatan.
3.      Bennis ( Lancaster dan Lancaster, 1982 )
Mengidentifikasi empat kemampuan penting bagi seorang pemimpin, yaitu :
a.       Mempunyai pengetahuan yang luas dan kompleks tentang sistem manusia ( hubungan antar manusia ).
b.      Menerapkan pengetahuan tentang pengembangan dan pembinaan bawahan.
c.       Mempunyai kemampuan hubungan antar manusia, terutama dalam mempengaruhi orang lain.
d.      Mempunyai sekelompok nilai dan kemampuan yang memungkinkan seseorang mengenal orang lain dengan baik.

4.      Gibson ( Lancaster dan Lancaster,1982 )
Seorang pemimpin harus mempertimbangkan :
a.       Kewaspadaan diri ( self awarness )
Kewaspadaan diri berarti menyadari bagaimana seorang pemimpin mempengaruhi orang lain. Kadang seorang pemimpin merasa ia sudah membantu orang lain, tetapi sebenarnya justru telah menghambatnya.
b.      Karakteristik kelompok
Seorang pemimpin harus memahami karakteristik kelompok meliputi : norma, nilai - nilai kemampuannya, pola komunikasi, tujuan, ekspresi dan keakraban kelompok.
c.       Karakteristik individu
Pemahaman tentang karakteristik individu juga sangat penting karena setiap individu unik dan masing - masing mempunyai kontribusi yang berbeda.

B.  Tugas Kepemimpinan dalam Keperawatan
Tugas penting seorang pemimpin di ruang rawat adalah:
a.       Selalu siap menghadapi setiap perubahan. Setiap pemimpin di ruang rawat harus mampu bersikap proaktif dalam setiap perubahan yang terjadi, berperan dalam setiap aspek kehidupan berorganisasi, serta mengkaji setiap kemungkinan untuk mengembangkan sesuatu yang baru serta mampu menangggapi setiap kesempatan sebagai suatu tantangan yang dapat menghasilkan.
b.      Mengatasi konflik yang terjadi sebagai dampak dari kegiatan, kebijakan, ataupun hubungan yang terkait dengan atasan, bawahan atau pasien dan keluarganya.
c.       Meningkatkan dinamika kelompok diantara bawahan sebagai upaya pemimpin untuk memotivasi bawahan
d.      Meningkatkan komunikasi dengan atasan, bawahan, rekan sejawat dan konsumen lainnya. Keterbukaan dalam berkomunikasi akan dapat memperlancar proses pelaksanaan kegiatan sehingga akan mempermudah pencapaian tujuan.
e.       Melatih kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki dengan menerapkan berbagai cara untuk membuktikan bahwa kekuasaan dan kewenangan itu masih dapat dihargai oleh bawahan.
f.       Menggunakan aspek poloitik untuk mempengaruhi orang lain, dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan.
g.      Menatalaksanakan waktu dengan baik. Penatalaksanaan waktu yang baik mencerminkan pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia digunakan dengan baik pula sehingga produktivitas kerja menjadi meningkat.



Sabtu, 17 Maret 2012

Tujuan Manajemen Keperawatan


Falsafaf pelayanan dan asuhan keperawatan membedakan manajemen keperawatan dengan profesi lain. Keperawatan bertanggung jawab terhadap keadaan sehat sakit individu, keluarga, kelompok dan komunitas sehingga pelayanan yang diberikan unik. Tujuan manajemen keperawatan adalah memberikan asuhan yang berkualitas dengan kualitas SDM  dan sumber daya lain yang digunakan yaitu kemampuan SDM memberikan asuhan pada situasi tertentu dengan sumber daya tertentu. Dengan tujuan ini diharapkan perawat dapat memberikan asuhan yang berkualitas pada setiap kondisi dan pada setiap setting sehingga kualitas asuhan keperawatan berkesinambungan baik sehat maupun sakit, baik di rumah-tempat kerja (di masyarakat) maupun di RS-institusi pelayanan dapat terwujud.
Variasi latar belakang pendidikan dan pengalaman perawat dari berbagai sarana pelayanan kesehatan, serta pekerjaan dan suasana kerja menjadi tantangan bagi manajer keperawatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang dapat memfasilitasi praktek keperawatan secara berkualitas. Secara umum tanggung jawab manajer keperawatan adalah :
a.       Mencapai tujuan RS (institusi) dan atau bagian keperawatan
b.      Mempertahankan kualitas askep dengan segala keterbatasan fasilitas
c.       Mendorong motivasi staf perawatan dan pasien
d.      Meningkatkan kemampuan staf, peer, dan bawahan unntuk melakukan perubahan dalam rangka mencapai kualitas
e.       Mengembangkan kekuatan/spirit dan tanggung jawab moral dari tim
f.       Meningkatkan pengembangan profesional dari staff

Untuk dapat menjalankan tanggung jawabnya, maka sebaiknya seorang manajer menjalankan 10 (sepuluh) peran yang dikelompokkan dalam tiga area sebagai berikut.
a.       Peran hubungan interpersonal
1)      Gambaran kepala : sebagai simbol atau wakil organisasi/institusi/ RS yang bertanggung jawab
2)      Pemimpin : berperan memotivasi, mengaktifkan mengorganisasi, melatih dan mengembangkan bawahan
3)      Penghubung : membangun jaringan kerja dengan berbagai bagian yang terkait
b.      Peran pemberi informasi
1)      Pemantau : mencari dan menerima informasi serta menyaring informasi yang diperlukan dari lingkungan
2)      Pemberi informasi : menafsirkan informasi/ teknologi baru dan membagi informasi bagi anggota atau bawahan
3)      Pembicara : menyampaikan informasi tentang penemuan/pembaharuan internal kepada unsur eksternal
c.       Peran pengambil keputusan
1)      Enterprenir : mencari kesempatan untuk meningkatkan kemajuan dan pengembangan hal-hal baru
2)      Penanganan gangguan : mengambil tindakan untuk memperbaiki dan menghadapi gangguan/masalah yang tidak diharapkan
3)      Pengalokasi sumber daya : menentukan sumber daya yang dibutuhkan dan mengalokasikan sesuai dengan kebutuhan
4)      Penegosiasi : mewakili bagian/institusi dalam melakukan tawar-menawar atau sebagai penengah.

Manajemen Keperawatan


Manajemen adalah proses dimana aspek interpersonal dan teknikal digunakan untuk mencapai tujuan organisasi (Murray dan DiCroce, 1997). Manajemen keperawatan adalah koordinasi dan integrasi sumber keperawatan dengan menerapkan proses manajemen untuk melaksanaan asuhan keperawatan dan tujuan pelayanan.
Manajemen tidak pernah lepas dengan kata organisasi, karena manajemen selalu dipakai ketika seseorang berkecimpung dalam dunia organisasi. Organisasi dapat diartikan sebagai suatu kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam organisasi dirasakan perlunya bekerja sama atau bantuan orang lain. Keberhasilan suatu organisasi antara lain ditentukan oleh kemampuan manajer untuk mengatur kerja sama tersebut. Kegiatan memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, mengembangkan kegiatan organisasi merupakan kegiatan manajemen. Perawat juga akan bekerja dalam suatu organisasi di Rumah Sakit. Oleh karena itu, ilmu manajemen juga diperlukan sebagai bekal perawat dalam mengelola organisasi Rumah Sakit dengan baik.
Manajemen memiliki manfaat dalam pengembangan berbagai organisasi/instansi, baik swasta maupun pemerintah. Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan, yaitu :
a.       Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun perusahaan.
b.      Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
c.       Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbanagan dari berbagai tujuan.
Manajer adalah orang yang mengelola proses kerja untuk mencapai tujuan organisasi. Tingkatan manajemen secara umum dalam organisasi biasanya mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen lini pertama.
a.       Manajemen Puncak (Top Level Management)
Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen tertinggi dalam sebuah organisasi, yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan aktivitas organisasi. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen puncak adalah direktur, presiden direktur, dewan direksi, dan sebagainya.
b.      Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah bertugas mengembangkan rencana-rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang lebih tinggi dan melaporkannya kepada top manajer. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen menengah adalah kepala departemen, kepala pengawas, dan sebagainya.
c.       Manajemen Lini Pertama (First Level/First LineManagement)
Manajemen lini pertama merupakan tingkatan yang paling bawah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajemen lini pertama ini dikenal dengan istilah operasional (supervisor, kepala seksi, dan mandor).
Praktek Keperawatan professional juga layaknya manajemen secara umum menyatakan bahwa tingkat manajer dibagi berdasarkan tingkat tanggung jawab yaitu top, middle, dan front line. Top manajer terdiri dari wakil direktur keperawatan yang bertanggung jawab mengelola manajer middle yaitu kepala bidang keperawatan, kepala bagian atau unit dan pengawas atau supervisor. Middle manager mengelola manager pada front line (garis depan) yaitu kepala ruangan. Front line disebut lower manajer yang bertanggung jawab mengelola staf perawat (provider) yang memberikan pelayanan dan asuhan langsung pada pasien (customer). Jadi, yang dimaksud dengan manajemen keperawatan adalah proses mengelola sumber daya keperawatan dari top, middle, dan lower manajer untuk melaksanakan pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan asuhan keperawatan kepada pasien/keluarga/kelompok/masyarakat oleh staf keperawatan.